Medical School of Jenderal Soedirman University Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Medical Torch : UKM PERS FKUNSOED Program Pendidikan Dokter Spesialis
DAFTAR PENGURUS BEM KBMK
KABINET PERINTIS
2014-2015


    Dies Natalis Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan ke 6 tahun 2013, diusia yang masih belia ini telah melakukan akselerasi World Class University..... 

Maju terus FK UNSOED, Inspire the world...... :)

Fakultas Kedokteran UNSOED berdiri pada tahun 2001, waktu itu masih Program Pendidikan Dokter. Untuk tepatnya adalah pada tanggal 1 Maret 2001 dan disyahkan pada tanggal 25 September 2001, letak kampus utamanya berada di kota Purwokerto (ibukota Kabupaten Banyumas) tepatnya di Jalan dr.Gumbreg, Medical Street.
Kurikulum pendidikan di Fakultas Kedokteran UNSOED berbasis kompetensi dengan Sistem Blok yang ditempuh selama 10 semester terdiri dari 7 semester Program Sarjana dan 3 semester Program Profesi. Dengan jumlah SKS 144 untuk Program Sarjana dan 40 SKS untuk Program Profesi. Kurikulum tersebut ditempuh minimal 5 tahun, lulus dengan gelar dokter (msh belum bisa praktek pribadi). Untuk kelanjutannya harus melakukan program internship selama 1 tahun untuk dapat praktek secara pribadi yang diselenggarakan oleh Konsil Kedokteran Indonesia melalui Kolegium Dokter Indonesia.
Biaya pendidikan di Fakultas Kedokteran Unsoed relatif terjangkau, S1 Kedokteran umum semester awal hanya membayar Rp. 1.750.000 (satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) semester selanjutnya Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) itu semua sudah termasuk SPP bulanan, Praktikum, Ujian, dan lain sebagainya (satu paket). Untuk biaya hidupnya juga relatif terjangkau, saya makan rata-rata per hari Rp. 10.000 – 20.000 (tiga kali makan). Fakultas Kedokteran Unsoed juga menyediakan beasiswa baik itu untuk mahasiswa berprestasi (PPA) maupun mahasiswa kurang mampu (BBM) dengan jumlah yang bervariatif dan beasiswa lain dari pihak swasta.
Fakultas Kedokteran UNSOED mengadakan dan menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai Institusi. Diantaranya RSUD Margono Soekarjo Purwokerto dipilih sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Adapun Rumah sakit Jaringan sebagai pendukungnya meliputi : Rumah Sakit Umum Banyumas, RSUD Purbalingga, RSUD Banjarnegara, Bapelkes Gombong, dan Puskesmas-puskesmas diwilayah regional Kabupaten Banyumas.
Pendaftaran mahasiswa baru seperti  tahun sebelumnya, Unsoed membuka beberapa jalur diantaranya SNMPTN jalur undangan, SNMPTN jalur tertulis, SPMB lokal (tertulis), PPSB (Program Penerimaan Siswa Berpotensi), dan SPMB Nusantara. dan dibuka biasanya sekitar bulan Februari – Agustus (sewaktu-waktu bisa berubah). Informasi pendaftaran mahasiswa Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru di Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 0281-635292 ext 119, 116, 217, 136 email: info@unsoed.ac.id atau klik www.unsoed.ac.id

Kami berharap semoga artikel ini bisa memberikan sedikit gambaran atau informasi bagi anda khususnya yang mempunyai rencana masuk Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Sekian dan terima kasih.

Selamat Datang di Website BEM Fakultas Kedokteran Jenderal Soedirman University

Berdiri pada tahun 2001, waktu itu masih Program Pendidikan Dokter. Untuk tepatnya adalah pada tanggal 1 Maret 2001 dan disyahkan pada tanggal 25 September 2001 dengan dasar : Surat Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 3081/D/T/2001 pada tanggal 25 September 2001 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Unsoed.
Sejarah Kedokteran Unsoed
Dalam Perkembangannya akhirnya Program Pendidikan Dokter Unsoed ber-transformasi menjadi Jurusan Kedokteran yang tergabung dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.

Secara resmi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman telah mulai berjalan dan berfungsi dengan terbitnya Surat Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor : Kept 122/H23/OT/2007 tanggal 19 April 2007 tentang Pembentukan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan pada Universitas Jenderal Soedirman dan SK Rektor Nomor : Kept 123/H23/OT/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja FKIK Universitas Jenderal Soedirman.
Secara resmi FKIK telah mulai berjalan dan berfungsi dengan terbitnya SK Rektor tersebut dan terbitnya SK Rektor Nomor : Kept 158/H23/KP/2007 tanggal 5 Mei 2007 tentang Pengangkatan Dekan FKIK Unsoed, diikuti dengan pengangkatan Pembantu Dekan (PD) I, II, III yang masing-masing berdasarkan Keputusan Rektor Nomor : Kept 185/H23/KP/2007, Kept 186/H23/KP/2007, Kept 187/H23/KP/2007 tanggal 2 Juni 2007.
Organisasi dan tata kerja yang lainnya yaitu Kepala Bagian Tata Usaha berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unsoed Nomor : Kept. 209/H23/KP/2007 tanggal 16 Juni 2007, dan 4 Kepala Sub Bagian yang masing – masing berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unsoed Nomor : Kept. 214/H23/KP/2007, 215/H23/KP/2007, 216/H23/KP/2007, dan 217/H23/KP/2007 tanggal 16 Juni 2007. Pengelola di semua Jurusan (Jurusan Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Farmasi) berdasarkan Surat keputusan Surat Keputusan Rektor Unsoed Nomor : Kept.188/H23/KP/2007. Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman merupakan Fakultas yang mengintegrasikan semua cabang keilmuan kesehatan dalam satu Fakultas.
===================================================================
• Berdiri tanggal 1 Maret 2001
• Disyahkan tanggal 25 September 2001
• Dasar : Surat Dirjen DIKTI Depdiknas Nomor 3081/D/T/2001 tanggal 25 Sptember 2001 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter pada Universitas Jenderal Soedirman
• Diperpanjang : Surat Dirjen DIKTI Depdiknas, nomor 2876/D/T/2004 tanggal 27 Juli 2004 tentang Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter pada Universitas Jenderal Soedirman (4 tahun)
• Terakreditasi B oleh BAN - PT dengan SK No. 017/BAN - PT/AK - X/S1/X/2006 tanggal 19 Oktober 2006
• Menerima beasiswa unggulan Nasional tahun 2006
====================================================================

Sebuah kontribusi untuk Hari Mahasiswa Kedokteran Indonesia: 20 September 2009
“Mahasiswa… di pundak kitalah harapan masyarakat berada, dimana mereka berteriak memimpikan adanya perubahan, dan kitalah corong perubahan itu. Sementara kita menyambutnya dengan DIAM… hanya SIMPATI yang kita tunjukkan dan TIDAK LEBIH!”
Layakkah pernyataan tersebut dilontarkan kepada kita? Ironis apabila kita menerima pernyataan tersebut begitu saja. Dokter merupakan profesi yang sangat mulia dan diagungkan di masyarakat, melalui tangannya Allah memberikan anugerah untuk membawa kesembuhan bagi orang – orang yang sakit, begitu besar kontribusi dan pengabdiannya kepada masyarakat. Sebagai mahasiswa kedokteran, yang akan segera manjadi dokter hanya dalam beberapa tahun lagi, tentunya kita harus mempersiapkan diri untuk menjalankan peran kita di masyarakat dengan sebaik – baiknya, dokter adalah pengabdian, dokter adalah kemanusiaan, dokter adalah KONTRIBUSI! Lalu seperti apakah idealnya peran mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran, di masyarakat?
Mahasiswa kedokteran adalah orang – orang yang dapat menerapkan ilmu – ilmu yang dimilikinya di masyarakat, tidak hanya ilmu tentang akademik, namun juga ilmu tentang kehidupan sehari – hari. Ilmu – ilmu tersebut diterapkan dengan menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran adalah orang yang berakhlak mulia, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai sesama dan lingkungan sekitar, sopan santun dalam perbuatan, serta selalu bersemangat dalam menjalani kegiatan di setiap harinya. Mahasiswa kedokteran juga harus memiliki semangat berkontribusi yang tinggi, peka terhadap lingkungan sekitar sehingga aktif dalam melakukan kegiatan – kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat bangsa ini. Berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik juga dapat menujukkan kualitas seorang mahasiswa. Selain itu, mahasiswa kedokteran juga haruslah bersikap ramah dengan mengutamakan sopan santun ketika bersosialisasi di masyarakat, karena mahasiswa adalah orang yang setiap tindakan dan sikapnya akan disoroti oleh masyarakat dan membentuk pandangan masyarakat terhadap gelar mahasiswa yang kita sandang saat ini.
Tidak sedikit kontribusi yang telah dilakukan oleh mahasiswa kedotkeran untuk bangsa ini. Pembagian seribu telur pada Hari Gizi Nasional, Aksi pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan melakukan deklarasi anti rokok, long march, tensi gratis hingga menukarkan rokok dengan permen, Hari Anak Nasional yang diperingati dengan Penyuluhan cuci tangan yang baik serta pembagian obat cacing kepada siswa SD, hingga saat terjadi Gempa Tasik Malaya dan Padang mahasiswa kedokteran juga langsung bergerak untuk menggalang bantuan serentak. Masih banyak lagi karya – karya yang telah mahasiswa kedokteran sumbangkan untuk negeri ini. Lalu bagaimana dengan Hari Mahasiswa Kedokteran Indonesia? Apakah kita peringati dengan melakukan Lebaran bersama?
Dalam rangka memperingati Hari Mahasiswa Kedokteran Indonesia, BEM KBMK Unsoed melalui Departemen Advokasi dan Kastrat mengadakan Bengkel Diskusi pada tanggal 8 Oktober 2009. Bengkel Diskusi yang diadakan untuk ketiga kalinya di tahun 2009 ini mengangkat tema “Peran Mahasiswa Kedokteran Indonesia di Masyarakat”. Bengkel Diskusi 3 dibuka dengan pemaparan kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa kedokteran untuk membuka wawasan peserta diskusi bahwa ada banyak jalan untuk berkontribusi pada masyarakat dan bangsa ini. Diskusi dilanjutkan dengan diskusi Plan of Action masing – masing angkatan dari angkatan 2006 hingga 2009, PoA ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kontribusi nyata mahasiswa kedokteran Unsoed di masyarakat, di akhir Bengkel Diskusi muncullah empat buah PoA yang akan segera dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Unsoed untuk senantiasa berkontribusi di masyarakat.
Banyak hal yang telah diberikan oleh dosen serta tenaga pendidik kami, ilmu yang bermanfaat ini sangatlah berharga, namun tidak banyak yang dapat kami berikan kepada mereka selama ini, oleh karena itu angkatan 2006 akan memberikan penghargaan untuk dosen serta blok terfavorit di Sarasehan, 18 November 2009. Angkatan 2007 akan melakukan penyuluhan PHBS serta Operasi Semut di Gor Satria Purwokerto pada tanggal 18 Oktober 2009, akan kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa mahasiswa kedokteran peduli pada kebersihan lingkungan, tidak hanya bisa bicara, namun langsung melakukan aksi nyata. Sabtu, 17 Oktober 2009 adalah saatnya “Kita Ada Untuk Berbagi”. Mahasiswa angkatan 2008 akan melakukan halal bihalal bersama dengan anak panti asuhan, acara ini dilakukan dengan makan dan bermain bersama anak panti asuhan, saatnya kita berbagi dengan orang – orang disekitar kita! Lingkungan juga tidak luput dari sasaran kontribusi kami. Angkatan 2009 akan membuat tempat sampah organik dan non organik, dengan harapan kampus dan lingkungan sekitar akan lebih bersih dari sampah serta sampah yang ditampung dapat menghasilkan kompos, kegiatan ini akan merangkul UKM pecinta alam kedokteran Unsoed (OSIPITAL) dalam perjalanannya.
Sebuah kontribusi kecil dari kami, namun sebuah dorongan besar kepada masyarakat di lingkungan sekitar untuk dapat terus berjuang untuk kegidupan yang lebih baik!
Hidup Mahasiswa Kedokteran Indonesia!
Jayalah Indonesiaku!
Departemen Advokasi dan Kastrat
BEM KBMK Unsoed
2009